Warga NU di Jombang Deklarasi Dukung Muhaimin Iskandar Maju Pilpres 2024

Jombang, Jurnal Jatim – Ratusan Nahdlatul Ulama (NU) di Ngoro Jombang deklarasi mendukung maju Pilpres (pemilihan) .

Warga mendorong Muhaimin Iskandar untuk menjadi Calon Presiden (Capres) atau Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Pemilihan Presiden tahun depan.

Deklarasi dukungan terhadap ketua umum PKB diadakan secara sederhana dengan tema Musyawarah .

Acara dilaksanakan di halaman pesantren Al Amin, Payakmundil, Rejoagung, Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, Sabtu (19/8/2023).

“Kami sepakat mendukung salah satu calon terbaik dari NU yakni Gus Muhaimin sebagai presiden maupun wakil presiden di Pilpres 2024,” kata salah satu peserta, Muhammad Yusuf.

Pantauan Jurnaljatim.com, sebelum deklarasi dilaksanakan, lebih dari seratus nahdliyin menyanyikan lagu Raya dan Ya Lalu Wathon lalu berselawat burdah. Setelah itu, Muhammad Yusuf menyampaikan pandangan umum.

Dalam penyampaiannya, Yusuf menjelaskan tentang panjang nahdlatul Ulama, termasuk perjuangan para pendiri organisasi terbesar di dunia ini. Usai memberikan pemaparan, dilakukan deklarasi dukungan kepada Muhaimin untuk Pilpres 2024.

Yusuf mengatakan acara musyawarah warga NU sebagai bentuk kepedulian warga NU. Dari situ pihaknya menyatukan aspirasi dan visi mengusung Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin sebagai presiden atau wakil presiden pada pemilu 2024.

“Sebagai kecintaan kami sebagai warga Nahdlatul Ulama,” kata pembaca deklarasi dukungan Muhaimin kepada wartawan, Sabtu (19/8/2023).

Menurut salah satu deklarator itu, dukungan terhadap Muhaimin Iskandar merujuk pada berbagai alasan. Pertama, Yusuf menilai jika sosok Muhaimin Iskandar merupakan keturunan dari salah satu pendiri NU.

“Kiprah beliau di kancah , kita warga NU tidak meragukan lagi,” ujar pria berusia 59 tahun warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro Jombang ini.

Yusuf memastikan jika deklarasi dukungan murni berasal dari warga NU. Tidak ada kaitannya dengan kepengurusan NU diberbagai tingkatkan. Termasuk juga tidak ada kaitannya dengan Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dinahkodai Muhaimin.

“Murni dari warga NU, tidak ada kaitannya dengan partai maupun kepengurusan di NU,” tandas guru Diniyah ini.

Tokoh NU lainnya, Muhammad Rafi menambahkan, musyawarah warga NU menjadi bagian dari konsolidasi akar rumput yakni nahdliyin maupun tokoh agama.

“Untuk menyatukan suara warga Nahdliyin dalam menghadapi Pemilu 2024,” imbuh pria yang akrab disapa Gus Rafi ini.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com dgoogle news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.