Polisi Tangkap 5 Oknum Perguruan Silat Tersangka Pengeroyokan di Kediri

Kediri, Jurnal Jatim – Polisi tangkap 5 oknum perguruan silat tersangka pengeroyokan di Kediri Jawa Timur yang menyebabkan korban luka-luka.

Lima tersangka dari oknum salah satu perguruan silat, dua di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Adapun, kelima pelaku yakni NBW (18) asal Tanjung Tani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk, VFP (15) Kecamatan Gampengrejo,BAF (21) asal Desa Nanggungan Kecamatan Kayen Kidul.

Kemudian FAS (17) asal Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, dan MJ (23) Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang.

Sedangkan yang menjadi korban adalah Moh Nur Shodiq Mualifi (22) di raya Desa Menang Kecamatan Pagu dan Elang Elgibran (22) di Jalan Erlangga Desa Gogorante Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra mengatakan, awal peristiwa itu pada Selasa (20/6/2023) sekitar pukul 20.00 WIB.

Korban Elang Elgibran (22) asal Desa Balerejo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung bersama temannya berangkat dari rumah dengan mengendarai sepeda nopol AG 4206 RDJ.

Sedangkan temannya Ripan dan Ikhrom mengendarai motor Honda Scoopy menuju rumah temannya Angga yang beralamat di Kediri.

“Sekitar pukul 21.30 WIB di rumah temannya, mereka berencana acara bakar-bakar. Lalu sekitar pukul 24.00 WIB korban bersama Ripan, dan Angga keluar dengan mengendarai dua motor untuk membeli ayak di Setono Betek ,” ujarnya Selasa (27/6/2023).

Meski demikian, lanjut Rizkika, sesampainya di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri, ban sepeda motor Honda Beat AG 4206 RDJ yang dikendarainya bocor sehingga mencari tambal ban.

Pada saat itu ada tempat tambal ban yang masih buka di Jalan Airlangga Desa Gogorante Kecamatan Ngasem.

“Disana, datanglah teman korban bersama Yoga dan Ozi yang kemudian menunggu proses tambal ban,” katanya.

Namun, pada Rabu (21/6/2023) sekitar pukul 01.30 WIB datanglah sekelompok dengan jumlah kurang lebih 50 orang mengendarai sepeda motor dari arah Simpang Lima Gumul (SLG).

Tak lama kemudian, ada lima orang dari rombongan tersebut menghampiri korban beserta temannya dan mengucapkan kata-kata sepele terhadap perguruan korban.

Selanjutnya, salah satu dari pelaku menghampiri korban dengan mengeluarkan berupa celurit.

“Melihat dikeluarkan dari jaket hoodie, teman korban langsung melarikan diri ke persawahan dan meninggalkan korban bersama Ripan dan Ikhrom,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, dalam waktu sekitar 10 menit, teman korban Yoga dan Ozi yang kembali ke tempat semula dan mengetahui korban sudah dalam keadaan terkapar dengan luka berdarah bekas benda tajam di paha kiri, kanan, dan punggung.

Selanjutnya, mereka membawa korban menuju ke RSUD SLG Kabupaten Kediri untuk mendapatkan perawatan.

“Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Ngasem untuk proses lebih lanjut,” katanya.

Menurut Rizkika, anggota Resmob Satreskrim Polres Kediri dibantu Polsek Ngasem dan Polsek Pagu melakukan penyelidikan.

Tak hanya itu, polisi juga menerima laporan yang mana pelaku diduga sebelumnya melancarkan aksinya di wilayah Desa Menang Kecamatan Pagu pada Rabu (21/6/2023) sekitar pukul 01.15 WIB.

Dalam penyelidikan itu, petugas dapat mengindentifikasi pelaku berdasarkan ciri ciri yang diperoleh keterangan saksi-saksi.

“Ada salah satu pelaku diidentifikasi yakni MJ karena sempat melarikan diri ke Surabaya dan dapat ditangkap petugas,” tuturnya.

Atas penangkapan MJ, diketahui ada pelaku lain yang melancarkan aksinya yakni NBW, VFP, BAF, dan FAS.

Mereka ditangkap di wilayah Jombang, Sidoarjo, dan du pelaku di wilayah Papar. Tak hanya itu, petugas juga menyita disita 1 kaos oblong, 1 celana, 1 alat pemukul, 1 celurit, 5 hoddie yang dilakukan pelaku saat melakukan perbuatannya, dan 1 batu kali.

“Ada salah satu pelaku residivis tindak pidana sama dan melakukan aksinya di wilayah Papar. Dia baru keluar sekitar satu bulan lalu,” bebernya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Asemrowo ini menyebut, motif pelaku melakukan aksinya karena awalnya mendapatkan tantangan dari salah satu grup yang mana mereka ditantang salah satu grup arus bawah perguruan silat.

Tantangan itu diberikan di satu titik di wilayah Kecamatan Ngasem. Selanjutnya, mereka mengendarai motor secara bersama-sama menuju ke lokasi yang dimaksud.

“Karena penantang itu tidak ada sehingga mereka melakukan di wilayah Ngasem dan Pagu yang kemudian menemukan korban,” ujar dia.

Dari pemeriksaan, pelaku yang melancarkan aksinya pada Rabu (21/6/2023) sekitar pukul 01.15 WIB di Desa Menang Kecamatan Pagu terhadap korban Moh Nur Shodiq Mualifi (22) asal Dusun Tegalrejo Desa Sukoanyar Kecamatan Mojo adalah MJ dengan melempar menggunakan batu terhadap korban dan BAF memukul menggunakan alat ruyung. Namun demikian, barang bukti ruyung tersebut belum disita karena oleh pelaku dibuang ke sungai.

Sedangkan, untuk korban Elang Elgibran dianiaya oleh pelaku FAS menggunakan celurit dan VFP menggunakan tangan kosong.

“Selanjutnya yang bersangkutan dan barang bukti dibawa ke Mako Polres Kediri untuk penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com