Proyek Rp1,8 Miliar RSUD di Jombang Tak Kelar Sesuai Batas Waktu dan Ada Kecerobohan

Jombang, – Tidak hanya molor dari tenggat waktu yang ditentukan, proyek pemasangan aluminium composite panel (ACP) RSUD Ploso Jombang juga ditemukan adanya kecerobohan konsultan perencana.

Demikian disampaikan oleh anggota Komisi C DPRD Jombang Miftahul Huda setelah melakukan inspeksi mendadak () di lokasi proyek senilai Rp1,8 miliar tersebut.

Pria yang akrab disapa Huda menyampaikan temuan yang dilakukan pada Kamis (22/12/2022) lalu yakni waktu tidak sesuai yang ditentukan.

“Dalam kontraknya sampai tanggal 24 ternyata di adendum sampai tanggal 31 Desember. Progresnya masih 70 persen padahal tinggal tiga hari lagi,” ujarnya Sabtu (24/12/2022).

Tidak hanya itu, dikatakan Huda ada temuan juga kecerobohan dari konsultan perencana. Karena, menurut dia, ada beberapa material yang tidak ditulis secara lengkap. Seperti siku ACP tidak ditulis ukurannya.

“Sehingga kontraktor membelikan ukuran yang tipis. Tentu ini yang kami sayangkan juga,” ujar melalui telepon.

Wakil rakyat ini mengaku akan menunggu sampai tambahan waktu lagi. Apabila hingga tambahan waktu pembangunan masih belum selesai. Maka Komisi C akan melakukan pemanggilan kontraktor dan PA (pengguna anggaran) maupun .

“Nanti kita akan sidak lagi melihat progresnya seperti apa,” ujarnya Huda.

Dengan tegas, Huda mengaku, Komisi C akan memberikan rekomendasi putus kontrak dan memasukan kontraktor ke daftar hitam atau blacklist.

“Kalau memang belum selesai kita rekomendasikan kontraktor masuk blacklist,” ujarnya.

Sementara itu, pejabat pembuat komitmen RSUD Ploso Heru Purwanto mengaku akan mengikuti aturan yang ada. Aturan itu, disebut dia sudah jelas dan gamblang dalam perpres (peraturan ). Pastinya, pihak kontraktor mengajukan tambahan waktu pekerjaan.

“Ini kami masih menghitung kompensasi waktu yang akan diberikan,” ucapnya.

Hitungan yang diberikan melihat intensitas hujan beberapa waktu yang lalu dan melihat berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan miliaran tersebut.

“Jadi tambahan waktu nanti kita masih hitung berapa harinya,” tandasnya.

Ia menambahkan, apabila kontraktor tetap tidak bisa menyelesaikan pekerjaan setelah mendapatkan tambahan waktu, maka akan diberlakukan 1/1.000 dari nilai kontrak tersebut.

Dapatkan update menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.