Luar Biasa, Pria di Jombang Sukses Ubah Sayur Gambas Jadi Spons Organik, Cuan Mengalir

Jombang, Jurnal Jatim – Berawal dari iseng dan cobacoba membuat spons organik dari bahan sayur gambas, pria di Kabupaten Jombang Jawa Timur sukses meraup cuan.

Usaha yang ditekuni selama dua tahun itu, setidaknya mampu menghasilkan uang belasan jutaan rupiah per-bulanya.

Dalam satu bulan, ia mampu menghabiskan 7 hingga 8 ribu pcs atau biji spons mandi. Ia menjualnya dengan harga antara Rp8 hingga Rp12 ribu per spons, tergantung kualitas atau besar dan kecilnya.

Pemilik usaha rumahan itu bernama Lutful Hakim. Ia menekuni usaha kreatifnya itu bersama istrinya Siti Jamaliah di rumahnya perumahan Denanyar Indah, Desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

“Kurang lebih sudah berjalan setahun ini. Omzetnya rata-rata Rp12 sampai Tp15 juta dalam satu bulan. Alhamdulillah hasilnya bisa untuk keluarga,” ucap Lutful ditemui di rumahnya, Rabu (14/12/2022).

Luar Biasa, Pria di Jombang Sukses Ubah Sayur Gambas Jadi Spons Organik, Cuan Mengalir

Ia menceritakan, berawal keprihatinannya banyak sampah tak terurai yang dihasilkan dari kamar mandi. Banyak orang yang lebih senang menggunakan spons mandi berbahan plastik.

Dari situ ia coba-coba berinovasi membuat spons berbahan alami dari sayur gambas. Ia lalu mengunggah di media sosial. Gayung pun bersambut, banyak orang berminat.

“Saya posting di medsos dan laku. Lalu saya kembangkan sampai sekarang ini,” ujar pria berusia 43 tahun itu di sela aktivitasnya membuat spons mandi dari sayur gambas.

Ia mengungkapkan bahannya adalah jenis gambas taiwan. Sebab, ukurannya lebih besar dibanding gambas biasa. Kalau di Jawa Barat namanya oyong atau labu-labuan.

“Jadi selain untuk sayur, gambas juga bisa sebagai spons mandi, alat pencuci piring dan peralatan dapur lainnya,” katanya.

Proses mengubah sayur gambas jadi barang bernilai butuh ketelatenan dan kesabaran. Menurut Luthful, sayur gambas yang ia beli dari petani diproses lagi hingga beberapa hari.

“Prosesnya memakan waktu sekitar delapan hari,” kata alumni Universitas Darul Ulum Jombang ini ditemani istri tercintanya.

Sayur gambas Taiwan tersebut terlebih dulu direndam air di ember. Setelah itu gambas dikeluarkan dari rendaman air lalu dikupas dengan cara dikepruk menggunakan alat sebatang kayu berukuran kurang lebih 1 meter.

“Setelah terkupas, isinya ini direndam lagi dalam ember selama kurang lebih tiga hari dan ditutupi karung,” ujar bapak tiga orang anak ini.

Setelah itu dipindah lagi ke dalam drum. Pemindahan itu bertujuan agar getas dan dagingnya hilang. Ketika menyisakan serat, loofa kemudian dijemur hingga kering.

“Kalu sudah benar benar-benar kering, baru kita kemas untuk dikirim kepada pemesan,” ujar Lutful sembari menunjukkan spons mandi berbahan gambas yang sudah siap kirim.

Lutful mengatakan pemesan tidak hanya di Jombang, tapi juga datang dari luar daerah, hingga luar pulau. Mulai Sidoarjo, Surabaya, Kediri, Magelang hingga Jakarta. Sedangkan luar pulau sampai Kalimantan hingga Bali.

“Pemasaran ada yang lewat online dan ada pula yang ketemu langsung dengan pembeli,” ujar pemilik usaha yang diberima nama ‘Omah Loofa’ ini

Selain ramah lingkungan, kata Lutful, spons dari bahan gambas itu juga lebih cepat untuk membersihkan daki di tubuh. Juga lebih cepat mengangkat sel kulit mati. Sedangkan kegunaan lainnya, bisa untuk perangkat mencuci piring dan peralatan dapur lainnya.

“Piring tidak berbau amis ketika dicuci dengan menggunakan spons gambas,” kata pria asal Lengkong, Kabupaten Nganjuk ini.

Karena permintaan tinggi dan mencukupi stok di pasar, Lutful mengaku membangun kemitraan dengan petani gambas yang ada di Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk dan Wonosalam Kabupaten Jombang.

“Awalnya bahan baku beli di pasar, seiring banyak permintaan, lalu kami manjalin kemitraan dengan petani. Saat ini sudah ada lahan empat hektar. Sehingga kita tidak lagi kebingungan masalah bahan baku. Mungkin kendalanya saat ini hanya soal cuaca. Karena musim hujan, pengeringan spons gambas membutuhkan waktu lebih lama,” ujarnya.

Ke depan, Lutful akan terus mengembangkan kemitraan dengan para petani gambas di daerah lainnya, guna memenuhi permintaan atau pesanan yang terus bertambah.

Dapatkan update beritaenarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.