7 Pemuda Pemerkosa Remaja di Hutan Malabar Probolinggo Dibekuk Polisi, Begini Kronologinya

Probolinggo, Jurnal Jatim – Tujuh orang pemuda yang memperkosa gadis remaja di bawah umur secara bergiliran di dalam Hutan Malabar di Desa Nogosaren, Gading, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur dibekuk polisi.

Ketujuh orang tersangka yakni MF (21), AR (20), MA (22), AW (22), MKA (20), MYS (18), AFR (21). Mereka merupakan asal Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan kasus rudapaksa anak di bawah umur itu dilakukan pada Rabu (7/12/2022) lalu.

Kronologi kejadiannya bermula dari korban RAL (16) warga Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mendapat undangan dari temannya untuk menghadari sebuah acara.

“Korban menyetujui undangan temannya itu dan mengajak MF yang baru dikenalnya seminggu sebelumnya,” ujar Teuku Arsya, Rabu (14/12/2022).

Namun bukannya datang sendiri, MF malah mengajak keenam orang temannya untuk menghadiri acara tersebut. Sontak korban sempat terkaget dengan kehadiran teman-teman MF.

Seiring dengan berjalannya acara, MF malah mengajak korban keluar dari acara tersebut dan berkeliling dengan dalih suasana tidak nyaman buat mengobrol karena banyaknya orang.

“Setelah berkeliling kurang lebih setengah jam, motor yang dikendarai MF membonceng korban diarahkan menuju Hutan Malabar,” katanya.

Sementara satu rekan MF membeli minuman keras yang akan digunakan untuk mencekoki korban sehingga memudahkan untuk melancarkan aksinya pemerkosaan.

Sesampainya di Hutan Malabar, korban dipaksa MF untuk ikut menenggak minuman keras (miras) . Meski awalnya korban sempat menolak, namun setelah dipaksa oleh MF akhirnya remaja itu meminum miras.

Setelah korban tidak sadarkan diri, MF dan kedua rekannya menggendong korban menuju tempat sepi dan tidak terlihat oleh orang lain.

Selanjutnya secara bergantian para pelaku memperkosa gadis remaja tersebut hingga membuat korban linglung lantaran juga terpengaruh minuman keras.

“Karena korbannya masih linglung, MF mengajak berkeliling hingga ke Alun-Alun Kraksaan untuk mencar makan. Keesokan harinya korban baru dipulangkan MF yang kemudian orang tua korban menghubungi anggota Polsek Kraksaan,” ujarnya.

Setelah anggota datang dan dilakukan pemeriksaan awal, MF kemudian dibawa ke Mapolres Probolinggo dan setelah dilakukan penyidikan lebih lanjut keenam rekan MF ditangkap.

Ketujuh orang tersangka terancam Pasal 76 E jo pasal 81 dan atau 76 D jo pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumanya 15 tahun penjara.

“Korban telah diberikan pendampingan secara psikologis untuk memulihkan kondisi psikisnya,” tandas Kapolres Probolinggo.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.