4 Komplotan Curanmor di Surabaya Ditangkap Polisi, 1 Orang Ditembak Kedua Kakinya

Surabaya, Jurnal Jatim -Satu dari komplotan pencuri motor (Curanmor) di Kota Surabaya, Jawa Timur dilumpuhkan kedua kakinya oleh polisi karena berusaha melawan saat dilakukan penangkapan.

Pelaku yang berinisial SE, warga Surabaya itu terpaksa ditembak kedua kakinya karena melawan saat ditangkap anggota Polrestabes Surabaya.

SE dibekuk polisi setelah melakukan aksinya di salah satu rumah di Jalan Jemursari, Surabaya. Dalam aksinya, SE terekam CCTV menggunakan sepeda motor Honda Vario.

Honda Vario yang digunakan itu diketahui milik Basuki asal Kabupaten Nganjuk yang kehilangan motornya sejak 30 Agustus lalu di kosnya Jalan Abdul Rahman, Pabean, Sedati, Sidoarjo.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan identitas SE. Polisi menggerebek tersangka dan saat itu melakukan perlawanan terhadap petugas. Kedua kakinya akhirnya ditembak petugas untuk melumpuhkannya.

“Kami amankan tersangka bersama Honda Vario milik korban. Katanya belum terjual sehingga digunakan untuk beraksi. Pengakuan tersangka beraksi di tiga TKP namun masih kami kembangkan lagi,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana, Jumat (11/11/2022).

Selain tersangka SE, polisi juga meringkus dua orang tersangka lainnya yaitu, ES dan UM, warga Surabaya. Satu tersangka UM tidak bisa dihadirkan karena ditahan Polres Bojonegoro.

Tidak hanya itu, Polisi juga mengamankan satu penadah motor curian SF, warga Jalan Bulak Banteng, Surabaya.

Polisi menyita tujuh unit sepeda motor dari penadah itu. Selain itu, ada belasan pelat nomor di rumah penadah motor itu yang diduga motor curian yang sudah dijual oleh tersangka.

“Tersangka penadah ini diduga sudah menjual puluhan sepeda motor curian selama tiga bulan beraksi,” katanya.

Ia menambahkan, sepeda motor hasil curian SE diserahkan ke korban. Sepeda motor itu langsung dibawa pulang korban untuk dipinjam pakaikan ke korban.

“Semoga motor itu bisa digunakan kembali untuk beraktifitas. Kami akan berkoordinasi dengan humas untuk menyebarkan kendaraan curian yang kami sita selama satu bulan ini, agar masyarakat yang kehilangan motor mungkin menemukan di Polrestabes Surabaya,” katanya.

Sementara itu, korban Basuki membawa langsung sepeda motornya. Basuki mengaku, kejadian pencurian itu dialaminya pada 30 Agustus lalu. Korban yang asli Nganjuk ini kehilangan sepeda motor di kosnya.

“Saya berterimakasih sudah menemukan sepeda motor saya. Saya tidak percaya secepat ini bisa ditemukan,” ujar Basuki.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.