oleh

Tok! Terdakwa Kasus Korupsi APBDes Bunut Tuban Divonis 2 Tahun Penjara

Tuban, Jurnal Jatim – Mantan bendahara Desa Bunut, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Nevi Ayu Indrasari dijatuhi vonis 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Tipikor Surabaya, Jawa Timur. Saat ini terdakwa ditahan di Lapas Tuban.

Perempuan berusia 32 tahun itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) setempat dengan kerugian negara sekitar Rp180 juta.

“Terdakwa divonis tindak pindana penjara 2 tahun,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban, Muis Arif Guntoro, pada Rabu (1/6/2022).

Selain itu, terdakwa Nevi Ayu juga dijatuhi denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan dan ditambah membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp106 juta lebih atau jika tidak dibayar, maka diganti dengan hukum pidana selama 3 bulan penjara.

“Denda sebesar Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan. UP Rp106.437.666 subsider penjara 3 bulan,” tegas Kasi Intel Kejari Tuban.

Vonis pidana yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada Terdakwa tersebut lebih rendah dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tuban. Yakni dengan tuntutan hukum pidana selama 4 tahun penjara.

“Tuntutan jaksa saat itu pidana penjara 4 tahun,” ungkap Kasi Intel Kejari Tuban.

Kasus korupsi APBDes itu terbongkar setelah ada laporan masyarakat. Kemudian, Nevi Ayu Indrasari yang menjabat sebagai bendahara ditetapkan tersangka oleh tim jaksa penyidik Kejari Tuban, pada tanggal 10 November 2021.

Penyidik menetapkan tersangka berdasarkan sejumlah alat-alat bukti dan keterangan saksi. Mantan Bendahara Desa itu melakukan penyalahgunaan dana APBDes Bunut melalui pemotongan pajak proyek selama empat tahun dari tahun anggaran 2016 sampai 2019.

Akibat ulah Nevi Ayu, negara menanggung kerugian sekitar Rp180 juta berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten Tuban.

Adapun modus operandi, memotong dana di awal berkisar 10 persen sampai 20 persen dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang melakukan pekerjaan proyek-proyek fisik di desa setempat.

Dalihnya, uang potongan tersebut digunakan untuk membayar pajak, akan tetapi dalam praktiknya disalahgunakan oleh bendahara desa.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news dan akun instagram serta twitter Jurnaljatim.com.