oleh

Janda di Tuban Gugat Pemdes Terkait Dugaan Penyerobotan Tanah

Tuban, Jawa Timur – Seorang perempuan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur menggugat Pemerintah Desa (Pemdes) ke pengadilan negeri setempat terkait kasus dugaan  penyerobotan tanah.

Adalah Pemdes Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban yang digugat warganya. Gugatan itu terkait dugaan penyerobotan tanah. Pemdes setempat diduga menyulap tanah milik keluarga Riza Sunarsih menjadi ruangan kantor desa.

Selain itu, Riza Sunarsih seorang janda asal Tuban tersebut juga menggugat Wiji Santoso Kepala Desa (Kades) Tuwiri Wetan dan Setyo Budi Mantan Kades Tuwiri Wetan.

Surat gugatan perbuatan melawan hukum itu telah dilayangkan ke PN Tuban pada Rabu 2 Februari 2022 lalu dan saat ini kasusnya sedang berjalan.

Hakim PN Tuban bersama pihak penggugat dan para tergugat telah melakukan agenda pemeriksaan objek sengketa dengan mendatangi balai desa setempat untuk memastikan objek perkara benar-benar ada.

“Majelis sudah turun ke lokasi dan benar ada objeknya. Tadi pengecekan adanya objek itu benar saja. Masalah pembuktian nanti dilakukan di persidangan,” terang Humas PN  Tuban, Uzan Purwadi, Selasa (24/5/2022).

Tahap selanjutnya akan dilaksanakan sidang lanjutan dengan salah satu agenda keterangan saksi dari pihak penggugat. Pasalnya, mereka masih mengakui jika tanah itu miliknya.

“Dasarnya penggugat mengklaim bahwa ini masih tanahnya. Tapi nanti kita lihat di pembuktian seperti apa di persidangan,” kata Uzan.

Sementara kuasa hukum penggugat, Frangky Desima Waruwu menjelaskan gugatan itu berawal kliennya memiliki sebidang tanah seluas 311 M².

Kemudian, dilakukan pengukuran ulang oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) dan ternyata gedung kantor desa berdiri di atas tanah milik kliennya.

“Yang mana bahwa pada tahun 1988 bu Riza Sunarsih ini membeli tanah ini secara sah dan atas akta jual belinya. Yang kedua SHMnya sudah menjadi atas nama beliau,” jelasnya.

Namun, karena selama ini kliennya tidak menguasai tanahnya sendiri. Maka, kliennya memohonkan ke BPN Tuban untuk mengembalikan peta batas dan terbit lagi peta bidang itu atas nama Riza Sunarsih.

Dengan dasar itulah, kliennya menegur agar Pemdes dan Kepala Desa melakukan pembongkaran bangunan agar kliennya bisa dengan leluasa menguasai tanahnya.

“Namun Kades bersikeras untuk tidak melakukan pembongkaran, mungkin hal itu dikarenakan pembangunan gedung itu menggunakan anggaran pemerintah. Sehingga kalau misalkan dilakukan pembongkaran akan bisa menimbulkan kerugian atau tindak pidana korupsi, dugaannya seperti itu,” ungkapnya.

Selain itu, Tanah Riza Sunarsih tersebut juga dikuasai oleh warga setempat. Namun, saat ini tanah yang dikuasai oleh warga sudah dikembalikan lagi tetapi yang dikuasai desa seluas 150 meter persegi belum dikuasai Riza Sunarsih.

“Mudah mudahan bu Riza ini yang janda dan sudah tua ini mendapatkan keadilan. Dan para tergugat agar menyadarkan diri, bahwa bu Riza ini adalah masyarakat yang harusnya mereka ayomi dan lindungi,” tegas Franky di balai Desa Tuwiri Wetan.

Namun begitu, pihak desa masih menyakini tanah yang berdiri bangunan gedung tersebut telah menjadi aset pemerintah desa. Pasalnya, pihak desa dulunya juga membeli tanah tersebut.

“Kami dari Pemerintah Desa memang dulunya sudah membeli tanah ini,” ucap kuasa hukum Pemdes Tuwiri Wetan, Tezar Rachadian Eryanza.

Lebih lanjut, Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Tuban itu meminta semuanya agar menunggu hasil dari persidangan nanti. “Kita lihat saja nanti hasil persidangan seperti apa,” pungkasnya.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news dan akun  instagram Jurnaljatim.com.