oleh

Waspada, Kasus Penyakit Demam Berdarah Meningkat di Jombang

Jombang, Jurnal Jatim – Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) alami peningkatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur sepanjang Oktober sampai Desember 2021 seiring datangnya musim hujan yang intensitasnya cukup lebat.

Berdasarkan data kunjungan di rawat inap bagian anak, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang, pada Oktober ada sekitar 10 pasien anak dirawat. Kemudian November terdapat peningkatan sekitar 15 pasien dan Desember direkap ada sekitar 25 pasien yang dirawat.

Direktur RSUD Kabupaten Jombang, dr Pudji Umbaran mengungkapkan, dipenghujung tahun 2021 lalu, ada lima pasien anak yang dirawat karena kasus DBD. Artinya, memang melihat tren itu seiring dengan musim hujan yang cukup tinggi.

“Kita mengingatkan kepada masyarakat, bahwa kasus DBD harus kita waspadai, disamping kita hidup di masa pandemi ini,” kata Pudji, Jumat (31/12/2021).

Puji menyebut, rata-rata pasien yang datang di rumah sakit pelat merah itu merupakan grid 2 yakni kondisi pasien masih stabil. Sehingga dokter dapat memberikan pelayanan yang maksimal.

“Dengan meningkatnya angka kasus DB, maka langkah yang diambil pemerintah yakni sosialisasi ke masyarakat secara intens. Agar masyarakat waspada betul terkait dengan kasus DBD,” jelasnya.

Kemudian langkah selanjutnya, ketika terjadi kasus DB dan sudah terlaporkan sesuai dengan program, maka biasanya dilakukan surveilans epidemiologi di sekitar rumah dari warga yang positif DBD.

“Kemudian dilakukan pemeriksaan jentik, apakah ada di 15 rumah sekitarnya. Jika ada, maka dilakukan program lanjutannya, yaitu foging fokus,” katanya.

Pudji meminta mayarakat untuk terus mewaspadai penyakit demam berdarah yang penularannya melalui gigitan nyamuk aedes aegypti yang siklusnya sudah diketahui.

Dikatakan Pudji, langkah paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan gencar melakukan gerakan menguras, menutup dan mengubur (3M) yang dapat menjadi pemicu adanya genangan air untuk perkembangbiakan nyamuk.

“Plus menutup, menguras dan mengubur, plus memberikan oles anti nyamuk pada anak-anak ketika beraktivitas pagi maupun siang hari. Alhamdulillah tidak ada kasus pasien DBD di RSUD yang meninggal dunia,” ujar Puji Umbaran.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel