oleh

Bupati Jombang Bantu Korban Bencana Angin Puting Beliung di Megaluh

Jombang, Jurnal Jatim – Ada puluhan warga Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur yang rumahnya rusak diterjang angin puting beliung, pada Selasa (11/1/2022) lalu.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja sebagian besar genteng rumah warga berhamburan dan berjatuhan. Kerusakan rumah mulai kategori ringan hingga sedang.

Adanya musibah bencana alam tersebut, langsung mendapatkan respons Bupati Jombang Mundjidah Wahab dengan menyambangi korban terdampak angin puting beliung, Jumat (14/1/2022).

Bupati Mundjidah bersama sekretaris daerah Agus Purnomo dan sejumlah organisasi perangkat daerah menemui sejumlah warga terdampak angin puting beliung.

“Hari ini saya bersama Pak Sekda dan beberapa Kepala OPD memberikan bantuan kepada para korban puting beliung. Alhamdulillah, memang sudah persiapan dibenahi dan sudah ada dibenahi,” ujar Bupati Mundjidah Wahab di lokasi.

Bupati Mundjidah Wahab mengatakan, sejumlah elemen juga terlibat membantu perbaikan rumah para korban puting beliung, seperti dari TNI, Polri, maupun masyarakat setempat.

“Sigap untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat,” tandas Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jombang tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Mundjidah juga memberikan bantuan paket sembako dan uang tunai kepada korban terkena angin puting beliung untuk meringankankan beban mereka.

“Jadi beberapa yang kita berikan, sekedar sebagai rasa prihatin,” katanya.

Mundjidah mengungkapkan jumlah total ada 37 rumah rusak di beberapa desa di Kecamatan Megaluh, Jombang akibat hembusan puting beliung, seperti Desa Ngogri dan Desa Sumbersari. Kerusakan puluhan rumah itu dengan berbagai kategori.

“Mulai dari rusak ringan hingga rusak sedang. Tapi (kerusakan) yang paling banyak di Ngogri,” ungkapnya.

Mundjidah mengimbau kepada semua masyarakat, para camat maupun kepala desa di Kabupaten Jombang, jika ada pohon-pohon yang besar yang dekat dengan rumah, agar di tebang. Hal itu mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih terjadi hingga februari 2022 nanti.

“Biar nanti kalau ada angin tidak membahayakan, itu sering terjadi di daerah Megaluh. Tahun lalu ada Puskesmas juga kena pohon,” katanya.

“Jadi saya harapkan kepala desa supaya mengimbau masyarakat. Kalau memang pohonnya besar, bisa minta bantuan ke DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Jombang untuk pemotongan,” lanjut Mundjidah mengakhiri.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel