oleh

7000 Pendidik Kemenag Jombang Divaksinasi Jelang Belajar Tatap Muka

Jombang, Jurnal Jatim- Kantor Kemenag (Kementerian Agama) Kabupaten Jombang, Jawa Timur tengah bersiap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada 6 April 2021 dengan memvaksinasi 7000 pendidik madrasah di bawah naungannya.

Keputusan penyelenggaraan belajar tatap muka awal April itu sesuai hasil rapat koordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Jombang yang digelar beberapa hari lalu.

Kasi Pendidikan Madrasah, Kemenag Jombang, Arif Hidayatulloh menjelaskan, pembelajaran tatap muka dilaksanakan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan kantor Kemenag Jombang.

Mulai dari Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) baik Madrasah Negeri maupun swasta.

Sejauh ini, Arif menyebut, lembaga pendidikan itu sudah siap belajar tatap muka. Bahkan, 98 persen wali murid juga mendukung PTM dengan membuat pernyataan tertulis bermaterai.

“Kesiapannya juga dibantu pengawas, instrumen terkait persiapan termasuk madrasah menyiapkan hand sanitizer, thermogun, masker, tempat cuci tangan dan bilik-bilik. Sebagian ada yang memakai Face Shield, tergantung kemampuan madrasah masing-masing,” katanya, Minggu (28/3/2021).

Dikatakan Arif, para pegawai kantor Kemenag dan pendidik madrasah telah divaksinasi COVID-19. Untuk Vaksinasi tahap dua di Kantor Kemenag Jombang telah dilakukan Jumat (26/3/2021) lalu.

“Vaksinasi tahap dua sudah mulai kemarin, untuk penyelesaian kapan hari yang belum selesai. Pegawai di kantor Kemenag ada 63 orang, dan pengawas 16 orang, Jumlah total 78 orang,” ujarnya.

7000 Pendidik Kemenag Jombang Divaksinasi Jelang Belajar Tatap Muka

Sementara untuk keseluruhan tenaga pendidik di Madrasah yang mengikuti vaksinasi ada 7000 orang. Dari jumlah itu, 80 persen sudah divaksinasi. Sisanya dalam proses hingga akhir Maret 2021 nanti.

“Harapan saya, semua warga madrasah di lingkungan kantor Kemenag Jombang divaksinasi baik itu Kepala Madrasah, guru maupun pendidik dan TU (tata usaha)- nya sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Lebih lanjut Arif mengatakan, tujuan vaksinasi untuk mendukung program pemerintah sebagai upaya mencegah penyebaran wabah virus corona. Arif pun mengimbau kepada yang belum terdaftar, untuk berkoordinasi dengan puskesmas terdekat sehingga segera dilayani dan dilaksanakan vaksinasi.

“Alhamdulillah sampai hari ini, vaksinasi berjalan dengan lancar dan baik. Selama ini belum ada keluhan,” kata mantan kepala Tata Usaha MTsN 5 Jombang itu.

Dia menambahkan, pada pembelajaran tatap muka terbatas nanti menerapkan sistem pembelajaran shif atau pergantian pagi dan siang. Jika satu kelas itu jumlah siswanya 40 siswa, maka 20 orang pagi dan sisanya masuk siang.

Menurutnya, penerapan sistem seperti itu menyesuaikan dengan zona Kabupaten Jombang yang saat ini masih berada di kategori zona kuning.

“Nanti kalau sudah hijau ya masuk 100 persen. Ini sudah disosialisasikan ke Madrasah dan seluruh wali murid. Semuanya mendukung,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang memastikan pelaksanaan PTM 6 April mendatang setelah melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda Jombang. Selain lembaga madrasah di Kemenag, sekolah-sekolah di bawah naungan Disdikbud Jombang tengah menyiapakan pelaksanaan PTM.

 

 

Editor: Hafid