oleh

Innalilahi! Perawat IGD RSUD Jombang Meninggal Terpapar COVID-19

Jombang, Jurnal Jatim – Dunia kesehatan kembali berduka. Seorang perawat UGD RSUD Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Udin Presityo gugur akibat terpapar virus corona atau COVID-19.

Udin meninggal dunia pada Selasa dini hari (5/1/2020) sekitar pukul 02.00 WIB setelah beberapa hari menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Jombang akibat terinfeksi COVID-19.

Sebelum dibawa ke tempat pemakaman, mobil ambulans yang membawa jenazah Udin berhenti di depan RSUD lalu di shalati oleh rekan kerjanya. Isak Tangis pecah saat pelepasan jenazah bapak tiga orang anak ini.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Jombang, Nasrulloh menjelaskan, sehari-hari Udin bertugas sebagai perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat, RSUD Jombang.

Tenaga kesehatan itu terdeteksi terpapar COVID-19 pada tanggal 29 Desember 2020 yang selanjutnya dilakukan perawatan secara intensif di ruang isolasi pasien COVID-19.

“Dia terkonfirmasi sejak tanggal 29, perawatan sudah dilakukan secara intensif, tapi karena Tuhan berkehendak lain, terpaksa nyawanya tidak tertolong. Perawatan sejak tanggal 29 itu mulai masuk. Jadi kurang lebih sekitar 6 hari,” jelasnya.

Innalilahi! Perawat IGD RSUD Jombang Meninggal Terpapar COVID-19
Ucapan duka cita meninggalnya, Udin perawat RSUD Jombang/Dinkes Jombang

Nasrulloh mengungkapkan pihaknya sudah berupaya sebaik mungkin dalam hal penyelamatan nyawanya. Namun karena kemungkinan kerusakan paru yang bersangkutan sudah sangat meluas, sehingga Udin tidak bisa bertahan hidup.

“Kalau dari catatan medis, almarhum tidak memiliki riwayat komorbid atau penyakit penyerta,” katanya dihubungi Jurnaljatim.com melalui telepon.

Lantas, sejumlah rekan kerjanya yang pernah melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan untuk segera mememeriksakan diri dan melakukan swab.

“Tinggal teman-teman yang sudah merasa kontak untuk segera melapor. Artinya kami juga berupaya untuk segera melakukan tindakan sedini mungkin. Jadi, artinya tidak sampai telat,” terangnya.

Ia kembali menegaskan, PPNI selama ini sudah berusaha maksimal dengan melakukan penanganan sedini mungkin. Pun yang dilakukan pihak RSUD Jombang dalam merawat Udin juga sudah cukup maksimal.

“Tapi memang sifat Virulensinya yang sangat tinggi, sehingga bukan kami telat, tapi memang sifat dari penyakit itu sendiri kelihatannya ganas,” katanya.

Meninggalnya Udin menambah daftar pahlawan medis RSUD Jombang yang gugur karena terpapar COVID-19. Sebelumnya, pada 1 November 2020 lalu, perawat kamar operasi gawat darurat RSUD Jombang, Kasiyanto meninggal akibat terpapar corona.

Dengan begitu, hingga saat ini sudah ada dua orang perawat RSUD Jombang yang meninggal karena terpapar COVID-19.

 

 

Editor: Azriel