Menolak Diperiksa, Pengunjung Dilarang Masuk Mal Tangguh di Mojokerto

MOJOKERTO (Jurnaljatim.com) – Memasuki adaptasi kebiasaan baru, Pemerintah Kota Mojokerto bersama Polres Kota dan TNI bersinergi memperketat protokol di area publik yang sering kali dikunjungi oleh masyarakat. Salah satunya di Sunrise mal Mojokerto.

Pusat perbelanjaan di benteng pancasila telah diresmikan Wali Kota Mojokerto sebagai mall tangguh dalam rangka persiapan menghadapai new normal life atau tatanan kehidupan baru bagi warga Mojokerto pada Jumat (26/6/2020) lalu.

“Mal tangguh merupakan pasar modern atau swalayan yang telah menetapkan secara ketat dan telah bersertifikat dari Gugus Tugas ,” kata Ika Puspitasari.

Untuk mendapatkan tersebut, manajemen atau pun pengelola pasar modern/swalayan, wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari, pengecekan suhu tubuh pengunjung, menyediakan tempat cuci tangan pakai , mewajibkan para pegawai menggunakan pelindung wajah atau face shield, dan tangan. Tidak hanya itu, pembatasan tempat duduk bagi para pengunjung, wajib disediakan di masing-masing outlet atau .

Ning Ita menyampaikan Mal tangguh wajib berkomitmen dan berani bertanggung jawab dalam menjalankan protokol kesehatan. Seperti, membersihkan lift dan eskalator menggunakan cairan disinfektan sesering mungkin, dan yang terpenting menyiapkan ruang isolasi bagi pengunjung jika didapati memiliki suhu di atas 36 derajat.

“Jika pengunjung enggan diperiksa lebih lanjut di ruang isolasi, maka tidak diperkenankan masuk,” tegasnya.


Editor: Hafid