Penjelasan RSUD Ploso Atas Temuan Pasien Rapid Test Positif COVID-19

(Jurnaljatim.com) – Seorang pasien di RSUD ( sakit umum daerah) Ploso, Kabupaten Jombang, membuat kalangkabut pihak rumah sakit hingga harus mengisolasi 17 pegawainya, mulai dari medis hingga tenaga kebersihan atau cleaning service. Sebab, hasil pasien tersebut reaktif atau positif COVID-19. Pihak rumah sakit setempat, langsung merujuknya ke untuk menjalani isolasi dan perawatan.

Tidak ditemukan gejala awal

Direktur RSUD Ploso, Achmad Iskandar, menyampaikan, pasien yang terpapar virus corona tersebut, seorang pria berusia 62 tahun warga Kecamatan Ploso Jombang. Pasien masuk (unit gawat darurat) pada Rabu (15/4). Setelah itu sesuai dengan protokol dilakukan pemeriksaan medis termasuk di antaranya dilakukan rontgen. Saat itu, tidak didapati pasien .

“Dokternya tidak menemukan tanda tanda kearah COVID-19. Sehingga dia (pasien) masuk ke bagian penyakit dalam sebagai pasien di penyakit dalam, tapi bukan sebagai COVID-19,” jelas Iskandar.

Hari ketiga rapid test positif

Kemudian, di hari ketiga rawat inap, tepatnya pada Jumat (17/4), ketika dilakukan pemeriksaan rutin, menemukan sesuatu yang mencurigakan di pernafasan pasien. Dokter kemudian melakukan rapid test dan hasilnya positif. “Perlu digarisbawahi positif hasil rapid test-nya,” ucap Iskandar.

Pada saat itu, kata Iskandar, RSUD Ploso belum siap untuk merawat secara langsung pasien COVID-19, sehingga pasien dirujuk ke RSUD Jombang dan dirawat hingga saat ini yang telah masuk kategori PDP (pasien dalam ).

Kendati pasien itu baru diketahui tiga hari terpapar COVID-19, Iskandar tidak ingin mengatakan pasien tidak jujur dan menyalahkan pasien. Sebab, memang pemeriksaan awal tidan ditemukan gejala yang mengarah ke corona

“Saya tidak ingin memakai istilah (tidak jujur) itu ya. Kalau dia tidak jujur atau berbohong kok kesannya sengaja gitu ya. Jadi saya tidak ingin menyalahkan pasien, tapi saya menyatakan bahwa pada saat dilakukan pemeriksaan maupun ditanya riwayatnya di awal Rabu malam itu, teman-teman medis kami tidak menemukan dugaan ke arah ini (COVID-19). Tapi kemudian setelah berjalan 2 hari hari dilakukan pemeriksaan kemudian dilanjutkan permintaan keterangan maka kemudian dokter merasa curiga, lalu dilakukan rapid test ternyata hasilnya positif,” paparnya.

Pasien tidak pernah bepergian

Iskandar mengatakan bahwa pasien tersebut tidak pernah bepergian kemana-mana. Dalam sehari-hari yang bersangkutan hanya pergi ke sawah. Karena memang pekerjaannya sebagai petani.

“Sejauh yang saya coba dalami, ini kan orang kampung yang betul-betul petani yang lugu, jadi kegiatannya sehari-hari hanya dari rumah ke sawah seperti petani yang kita ketahui pada umumnya. Tidak punya riwayat bepergian kemana-mana,” ujarnya.

“Namun yang belum terlacak adalah selama di rumah dia kontak dengan siapa saja. Ini yang sedamg kita dalami. Kita sedang menunggu hasil swab,” sambungnya.

Terkait dengan ke 17 pegawai yang menjalani isolasi mandiri, Iskandar mengatakan akan menjalani rapid test. Hal itu sebagai deteksi awal terhadap mereka terjangkit virus corona (Covid-19) atau tidak.

“Saat ini mereka masih kita isolasi mandiri di rumah masing-masing. Kemudian pada Kamis pekan depan kita lakukan rapid test. Itu sebagai langkah kehati-hatian yang kita lakukan,” kata imbuhnya.

PDP COVID-19 bertambah 5 orang

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis satgas percepatan penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang pada Senin sore (20/4), jumlah PDP sebanyak 5 orang. Jumlah itu bertambah 1 orang dari pasien rujukan RSUD Ploso. Sementara orang dengan resiko (ODR) berjumlah 7889 orang yang tersebar di 21 wilayah Kecamatan dengan rincian 5635 orang sudah selesai pemantauan.

Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) secara komulatif sejumlah 521 orang, dari jumlah tersebut yang telah menjalani masa pemantauan 14 hari sejumlah 449 Orang dengan status 447 orang sehat dan 2 orang meninggal, sehingga pada hari ini ODP yang masih dalam pemantauan sejumlah 72 orang.

“PDP ada tambahan 1 orang dari kecamatan Ploso, untuk 7 orang yang terkonfirmasi COVID-19, rinciannya 6 orang MRS di RSUD dan 1 orang isolasi mandiri,” ujar Budi Winarno, jubir gugus tugas percepatan penanganan COVID-19.


Editor: Hafid