Pemkab Jombang Kumpulkan Pengusaha Dan Pekerja Perahu Tambang

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten setempat akan mengumpulkan para pengusaha (pemilik) dan pekerja perahu tambang di wilayah setempat. Langkah itu, menyusul Insiden perahu penyeberangan terbalik di sungai brantas Dusun Klaci Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang pada Sabtu malam lalu (29/2/2020).

Kepala Dishub Jombang, Hartono menyampaikan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengumpulkan seluruh pengusaha maupun pekerja perahu penyeberangan. Tujuannya, untuk diberikan pengarahan dan pembinaan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

“Dalam waktu dekat ini para pengusaha atau pekrja Akan kita kumpulkan. Kita arahkan, dan kemungkinan bila ada anggaran bisa diberi bantuan untuk melengkapi alat perahu. Karena, biasanya para pengusaha perahu terkendala dana. Untuk perahu besar saja, pembuatannya bisa mencapai Rp 100 juta lebih,” ujar Hartono, Rabu (4/3/2020).

Dia mengatakan, dari hasil pendataan, jumlahnya ada 32 perahu penyeberangan sungai brantas yang tersebar di beberapa titik, mulai dari Bandarkedungmulyo hingga Kesamben Jombang.

“Kalau petahu besar ada 4 buah di tambangan Megaluh, yang lainnya kecil dan berkapasitas 8 hingga 10 orang penumpang,” tukasnya.

FOTO: Polisi memeriksa pelampung yang ada di perahu tambang. (Zainul Arifin/jurnaljatim.com)

Selama ini, kata Hartono, upaya mengumplkan para pekerja Perahu tidak pernah dilakukan dan tidak ada pengawasan dari Pemda. Sebab, itu bukan kewenangannya.

“Selama ini belum ada pengawasan terkait operasional perahu, baik standar perahu maupun kelayakan lainnya. Dishub tidak punya kewenangan untuk menerbitkan ijin untuk Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), apalagi sertifikat kelayakan untuk perahu. Yang punya kewenangan untuk menerbitkan perijinan untuk perahu adalah Syahbandar,”tuturnya.

Sebagaimana diketahui, perahu penyeberangan berpenumpang 6 orang termasuk pengemudi dan tiga unit sepeda motor terbalik di Sungai Brantas saat menyeberang dari Desa Ngrombot, Patianrowo, Nganjuk menuju ke Dusun Klaci, Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang.

Empat orang penumpang ditemukan meninggal dunia. Yakni, pengemudi perahu atas nama Surip, (45), asal dusun Klaci, desa Brodot, kecamatan Bandar Kedungmulyo, penumpang atas nama Dadang (22) asal desa Ngrombot, kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.

Kemudian penumpang atas nama Lutvy Dwi Septina alias Septi, (23), asal desa Pacar Peluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, dan terakhir Anista Sugandis (18), putri dari Sukar.

Dua orang penumpang berhasil selamat. Yaitu Feriansyah (25), warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk dan Sukar (54), ayah Anista warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan BandarKedungmulyo, Jombang.


Editor: Hafid