oleh

Pasang Regulator, Satu Keluarga Terkena Ledakan Elpiji

Lamongan, Jurnaljatim.com
Lantaran kurang berhati – hati ketika mengganti tabung gas elpiji 3 kilogram, satu keluarga di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengalami luka bakar cukup serius terkena ledakan elpiji tersebut, Sabtu (14/10/2017) siang.

Korban satu keluarga itu berjumlah tujuh orang. Mereka mengalami luka bakar ringan hingga berat. Mereka adalah pasangan suami-istei Nursahid (42) dan Wiwik Wulandari dan tiga anak-anak, yaitu M Alaudin, M Aliyudin dan Nurlatifah. Korban lainnya adalah, orang tua dan adik Nur Sahid, Suprapto dan Risfaiyah. Mereka kini dilarikan ke RSUD dr Sugiri Lamongan.
Peristiwa itu berawal dari Nursahid mengganti tabung LPG 3 kilogram miliknya yang habis. Saat itu melihat api belum keluar dan korban pun menekan regulator yang ada di elpiji tersebut. Namun tiba – tiba didalam elpijj mengeluarkan gas. Melihat hal itu Nursahid langsung mengangkat elpiji ke kamar mandi. Namun, tiba – tiba elpiji mengeluarkan api dan meledak.
“Setelah diganti regulator ternyata tabung elpiji itu masih tetap gak bisa. Saat itu Nur Sahid diganti dengan cara ditekan-tekan,” kata Yulaikha tetangga korban.
Saat itu pula ada Mohamad Aliudin (15) anak Nursahid keluar dari kamar mandi langsung terkena ledakan gas. Tidak hanya itu, ledakan juga mengenai istri dan dua anak Nursahid serta orang tuanya dan adik kandung Nursahid sendiri.
Akibat ledakan itu, 7 orang mengalami luka bakar. Sedangkan 5 korban harus dirawat intensif. Kelima orang itu yaitu Nursahid mengalami luka di kaki dan kedua tangan serta wajah, Suprapto mengalami luka di bagian kedua tangan, Umi Latifah mengalami luka bakar di kedua kaki nya. Sementara itu dua anak Mumahad Alaudin dan Muhamad Aliyudin mengalami luka bakar hampir enam 40 persen. Kini masih menjalani perawatan intensif di raung IGD RSUD dr Sugiri Lamongan. (PP/man/jur)

Komentar