oleh

Dinas Pertanian Kabupaten Madiun Cek Kesehatan Sapi Ternak

Drh. Denny mengecek kesehatan sapi ternak. (Jurnaljatim)
Madiun, Jurnaljatim.com
Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, melaksanakan program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Betina Wajib Bunting). Tujuannya, untuk mengurangi dan mencegah daya impor daging dengan cara melakukan peningkatan populasi sapi dan kerbau. Dengan begitu, swasembada daging di masyarakat Kabupaten Madiun dapat tercukupi. Tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting.
Kepala Dinas Pertanian dan perikanan Kabupaten Madiun Moch. Nadjib, SP, MM melalui Kepala Bidang peternakan Estu Dwi Waluyani menerangkan, sebagai langkah awal pihaknya akan melakukan pengecekan kesehatan reproduksi ternak sapi. Jika reproduksinya terganggu, harus diobati lebih dulu. Setelah itu baru dikawinkan dengan inseminasi buatan.
“Program UPSUS SIWAB bertujuan memberikan bantuan secara gratis-tis terhadap petani ternak sapi dan kerbau, mulai dari pemeriksaan kesehatan atau gangguan reproduksi hingga proses pembuntingan sampai dengan sapi benar-benar dinyatakan bunting,” terang Estu disela kesibukan BST.
Pada pemeriksaan, di Desa Duren Kecamatan Pilangkenceng Kab Madiun, Drh, Denny petugas dari Puskeswan (pusat kesehatan hewan) Pilangkenceng dengan didampingi beberapa anggota dari Balai Besar Veteriner Watos Jogjakarta, memeriksa semua sapi ternak milik warga.
Menurut Denny dalam pemeriksaan parental rata-rata ternak sapi milik warga mengalami kekurangan gizi, dan luka lecet pada kelamin sapi saat melahirkan yang bisa mengakibatkan sapi mengalami gangguan reproduksi. “Sapi mengalami gizi buruk, dan telah kita berikan vaksin,” ucapnya. (Lvi/jur)

Komentar