DPRD DAN MAHASISWA

TURUN TOLAK KENAIKAN BBM

Jombang, AWAS !!

Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang disyahkan kemarin 24 Mei 2008 sebesar 30% menuai protes dari masyarakat dan kalangan mahasiswa Jombang, tidak semua menerima hal tersebut, Dewan perwakilan Rakyat Jombang pun juga menolak kenaikan harga BBM tersebut. Para mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Jombang (FPRJ) melakukan aksi demonstrasi untuk menolak kenaikan harga BBM dan meminta untuk menurunkannya karena di nilai tidak menguntungkan masyarakat. Pemerintahan SBY-Jk tidak pernah berpihak pada kepentingan rakyat, BBM dinaikkan hanya menyengsarakan rakyat dan menambah angka kemiskinan, ungkap salah satu peserta dalam aksi tersebut. Negara kita kaya akan sumberdaya alamnya, tapi kenapa menaikkan harga BBM, itu tidak relevan sama sekali, teriak Gopal dalam orasinya. Demonstrasi yang terdiri dari sebelas Ormas dan mahasiswa jombang tersebut meminta agar pemerintah untuk menurunkan harga BBM dan sembako. Aksi ratusan pemuda mahasiswa saat itu di tanggapi oleh anggota dewan perwakilan rakya (DPRD) Jombang dengan statemen bahwa kami (DPRD) mendukung mahasiswa tentang penolakan harga BBM dan sepakat untuk diturunkan kembali, kami sudah mengirim fax ke Pusat untuk menolak kebijakan kenaikan BBM, kata munir wakil ketua komisi B DPRD Jombang, kami siap turun jalan bersama kalian untuk menolak BBM, ungkapnya menanggapi permintaan peserta aksi yang meminta para dewan untuk aksi bersama mereka. Melihat kesanggupan tersebut mahasiswa langsung mengajak para dewan bersama-sama melakukan unjuk rasa ke gedung pemerintahan kabupaten jombang. Dalam aksi tersebut anggota dewan yang mengikuti diantaranya Munir al fanani wakil ketua komisi B, M.Yasin anggota komisi B, Drs.Cakub Ismono Anggota Komisi B dan H.Fadloli anggota komisi D, mereka bersama sama dengan peserta aksi berjalan kaki menuju PEMKAB Jombang, ini adalah bukti bahwa DPRD berpihak pada rakyat dan menolak kenaikan harga BBM, lanjut munir dalam orasi sambil berjalan menuju Pemkab. sesampai di lokasi (Pemkab) mereka ditemui Asisten I Sudjadi, dalam ucapannya dia menjelaskan kami tidak bisa memutuskan tentang penolakan kenaikan harga BBM karena alur birokrasi harus menyampaikan ke Plt Bupati, sekarang bupati sedang ke surabaya, tegasnya. Akan tetapi masih lanjutnya ini akan kami sampaikan kepada beliau (bupati). Tandasnya. Aksi yang terdiri dari sebelas elemen SPM, FMN, HMI, , FPPI, AGRA, GSBI, BEM Undar, BEM ICME, BEM STKIP, BEM STMIK-BU disamping mereka menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM dan sembako juga meminta agar mencabut UU PMA No.25 tahun 2007, nasionalisasikan yang dikuasai asing, realisasikan anggaran pendidikan 20%,tolak buruh kontrak, hentikan represifitas terhadap rakyat danberikan lapangan pekerjaan bagi rakyat. Para pengunjuk rasa memulai aksinya dari Undar menuju DPRD hingga berakhir di PEMKAB Jombang dengan pembacaan statemen oleh yakub dari PDIP, selesai itu massa membubarkan diri dengan tertib.(zen)

No tags for this post.

Related Posts

Komentar